ANEH…………..

2 Komentar

pelik ke gamba ne semue????

TIPS PERSENTASI………….

Tinggalkan komentar

Apakah yang mereka buat dengan Powerpoint atau aplikasi lainnya, adalah cara yang tepat untuk mendukung pidato, memvisualisasikan konsep-konsep rumit atau perhatian fokus pada subjek.
Namun, presentasi yang buruk bisa mencapai sebaliknya. Slide dirancang dengan buruk, terlalu banyak teks atau grafis yang buruk dapat mengganggu audien.
Berikut ini adalah panduan singkat yang akan membantu Anda membuat presentasi dengan tampilan profesional dan isi yang ringkas, menghindari kesalahan yang paling umum.

Disain
Hal pertama yang memberikan sentuhan profesional untuk presentasi setiap desain.
Presentasi Powerpoint memiliki banyak pilihan template gratis untuk berbagai topik. Namun, apakah Anda men-download template gratis atau membuat sendiri, hal berikut yang perlu dipikirkan:

1. Tulis Slides

  • Jangan copy & paste slide dari sumber yang berbeda.
  • Jauhkan desain yang sangat dasar dan sederhana.
  • Pilih font yang mudah untuk dibaca.
  • Hati-hati memilih ukuran font untuk header dan teks.
  • Tinggalkan ruang untuk highlights, seperti foto atau menerima pesan-pesan rumah.
  • Hiasi dengan sederhana tapi enak dilihat.
  • Batasi ruang desain Anda dan jangan pernah membiarkan desain membatasi pesan Anda.

2. Gunakan Konsistensi

  • Secara konsisten gunakan font dan ukuran yang sama pada semua slide.
  • Pencocokan warna.

Anda dapat menggunakan logo perusahaan Anda, header sorot, membuat frame khusus untuk angka / gambar atau slide keseluruhan tetapi tidak overload slide Anda dengan unsur-unsur. Warna Pemilihan warna yang buruk dapat menghancurkan presentasi. Jika Anda tidak yakin warna yang paling cocok, gunakan ColorBlender untuk mendapatkan satu set sampai enam warna yang cocok, hanya dengan menggerakkan satu set slider RGB bolak-balik.

3. Gunakan Kontras

  • Teks hitam pada latar belakang putih akan selalu menjadi yang terbaik tetapi juga pilihan yang paling membosankan.
  • Jika Anda ingin bermain dengan warna, tetap pada warna dan kontras yang mudah dilihat mata sehingga pembaca tidak perlu berpikir keras menebak apa yang telah Anda ketik pada slide Anda.

4. Terapkan Kecerdasan

  • Hati-hati menggunakan warna untuk menyorot pesan Anda!
  • Jangan melemahkan efek warna dengan menggunakan warna terlalu banyak.
  • Buatlah pilihan yang brilian: warna cocok untuk desain dan kontras yang baik untuk menyorot pesan Anda.

Teks

5. To The Point

  • Langsung dan Simpel.
  • Kata kata kunci saja.
  • Tidak banyak kalimat!
  • Jangan pernah membaca slide Anda, berbicaralah dengan bebas.

Ingatlah bahwa slide Anda hanya ada untuk mendukung, bukan untuk mengganti bicara Anda! Anda akan ingin bercerita, menggambarkan data atau menjelaskan keadaan, dan hanya memberikan kata kunci melalui slide Anda. Jika Anda membaca slide Anda dan jika Anda melakukannya lambat dan buruk, pemirsa akan bosan dan berhenti mendengarkan.

6. Catatan Penting

  • Buat catatan penting untuk audiens anda.
  • Isinya ringkasan data atau cerita.
  • Buatlah sorot atau tanda yang menonjol.

Foto
Gambar merupakan elemen kunci dari setiap presentasi. Audiens Anda ingin melihat apa yang Anda bicarakan, dan petunjuk visual yang baik akan membantu mereka untuk memahami pesan Anda jauh lebih baik.

7. Tambahkan Gambar

  • Tambahkan gambar dalam slide Anda.
  • Tapi jangan menggunakan gambar untuk menghias!
  • Gambar dapat memperkuat atau melengkapi pesan Anda.
  • Gunakan gambar untuk memvisualisasikan dan menjelaskan.
  • Sebuah gambar bisa berkata lebih dari seribu kata.

Jika Anda tidak memiliki gambar Anda sendiri, Anda dapat menelusuri Flickr atau pencarian gambar Google untuk materi anda. Jika ini adalah presentasi yang sangat umum dan resmi, Anda perlu menjaga hak cipta.

Animasi

Media Dalam animasi, ada garis halus antara kesan komik atau profesional. Namun, animasi dapat menjadi alat yang lebih kuat untuk memvisualisasikan dan menjelaskan hal-hal rumit. Sebuah animasi yang baik tidak hanya dapat meningkatkan pemahaman, tetapi juga dapat membuat tongkat pesan dengan audiens Anda.

8. Jangan Ceroboh

  • Gunakan sedikit animasi dan media.
  • Gunakan animasi untuk menarik perhatian, misalnya untuk Anda Ambil catatan penting.
  • Gunakan animasi untuk menjelaskan model atau menekankan efek.

Target dan Isi

Konten Target Anda yaitu audiens Anda, mendefinisikan isi dari presentasi Anda. Misalnya, Anda tidak akan dapat mengajari anak-anak sekolah tentang hal-hal ekonomi rumit. Namun, Anda mungkin dapat menjelaskan apa ekonomi berada di tempat yang pertama dan mengapa hal itu penting.

9. Pikirkan tentang Audiens Anda.

  • Apa yang mereka tahu?
  • Apa yang perlu Anda beritahukan kepada mereka?
  • Apa yang mereka harapkan?
  • Apa yang akan menarik untuk mereka?
  • Apa yang bisa mengajar mereka?
  • Apa yang akan membuat mereka fokus?
  • Jawablah pertanyaan-pertanyaan dan matangkan slide ke bawah sampai ke inti masalah.
  • Dalam pembicaraan Anda, gambarkan hal yang penting dengan warna dan pilih teks, gambar dan animasi dengan bijaksana.

Jika Anda kehilangan perhatian audiens Anda, semuanya akan hilang – tidak akan peduli seberapa cerdik desain Anda atau bagaimana Anda memilih warna brilian dan kata kunci.

10. Praktek
Persiapan yang matang dan berbicara dengan antusias akan membantu Anda meyakinkan audiens Anda dan menjaga perhatian mereka. Ada beberapa poin kunci yang menentukan berbicara yang baik.

  • Ketahui slide Anda luar-dalam.
  • Bicaralah dengan bebas.
  • Bicara dengan percaya diri – keras dan jelas.
  • Jangan berbicara terlalu cepat.
  • Menjaga kontak mata dengan audiens.

SING A SONG

Tinggalkan komentar

my vaforitte song forever

MEMORI SEKUNTUM RINDU(SPOON)

YOU RAISE ME UP (WESTLIFE)

PAPA (KIKI)

BARAKALLAH…(MAHAR ZEIN)

suku karo, suku yang toleransi terhadap agama

3 Komentar


Suku Karo atau juga disebut Batak Karo adalah suku asli yang mendiami Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Nama suku ini dijadikan salah satu nama kabupaten di salah satu wilayah yang mereka diami (dataran tinggi Karo) yaitu Kabupaten Karo. Suku ini memiliki bahasa sendiri yang disebut Bahasa Karo. Pakaian adat suku Karo didominasi dengan warna merah serta hitam dan penuh dengan perhiasan emas.


Eksistensi Kerajaan Haru-Karo

Kerajaan Haru-Karo (Kerajaan Aru) mulai menjadi kerajaan besar di Sumatera, namun tidak diketahui secara pasti kapan berdirinya. Namun demikian, Brahma Putra, dalam bukunya “Karo dari Zaman ke Zaman” mengatakan bahwa pada abad 1 Masehi sudah ada kerajaan di Sumatera Utara yang rajanya bernama “Pa Lagan“. Menilik dari nama itu merupakan bahasa yang berasal dari suku Karo. Mungkinkah pada masa itu kerajaan haru sudah ada?, hal ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.(Darman Prinst, SH :2004)

Kerajaan Haru-Karo diketahui tumbuh dan berkembang bersamaan waktunya dengan kerajaan Majapahit, Sriwijaya, Johor, Malaka dan Aceh. Terbukti karena kerajaan Haru pernah berperang dengan kerajaan-kerajaan tersebut.

Kerajaan Haru pada masa keemasannya, pengaruhnya tersebar mulai dari Aceh Besar hingga ke sungai Siak di Riau.


Terdapat suku Karo di Aceh Besar yang dalam logat Aceh disebut Karee. Keberadaan suku Haru-Karo di Aceh ini diakui oleh H. Muhammad Said dalam bukunya “Aceh Sepanjang Abad”, (1981). Ia menekankan bahwa penduduk asli Aceh Besar adalah keturunan mirip Batak. Namun tidak dijelaskan keturunan dari batak mana penduduk asli tersebut. Sementara itu, H. M. Zainuddin dalam bukunya “Tarikh Aceh dan Nusantara” (1961) dikatakan bahwa di lembah Aceh Besar disamping Kerajaan Islam ada kerajaan Karo. Selanjunya disebutkan bahwa penduduk asli atau bumi putera dari Ke-20 Mukim bercampur dengan suku Karo yang dalam bahasa Aceh disebut Karee. Brahma Putra, dalam bukunya “Karo Sepanjang Zaman” mengatakan bahwa raja terakhir suku Karo di Aceh Besar adalah Manang Ginting Suka.

Kelompok karo di Aceh kemudian berubah nama menjadi “Kaum Lhee Reutoih” atau kaum tiga ratus. Penamaan demikian terkait dengan peristiwa perselisihan antara suku Karo dengan suku Hindu di sana yang disepakati diselesaikan dengan perang tanding. Sebanyak tiga ratus (300) orang suku Karo akan berkelahi dengan empat ratus (400) orang suku Hindu di suatu lapangan terbuka. Perang tanding ini dapat didamaikan dan sejak saat itu suku Karo disebut sebagai kaum tiga ratus dan kaum Hindu disebut kaum empat ratus.

Dikemudian hari terjadi pencampuran antar suku Karo dengan suku Hindu dan mereka disebut sebagai kaum Jasandang. Golongan lainnya adalah Kaum Imam Pewet dan Kaum Tok Batee yang merupakan campuran suku pendatang, seperti: Kaum Hindu, Arab, Persia, dan lainnya.

Wilayah Pengaruh Suku Karo

Sering terjadi kekeliruan dalam percakapan sehari-hari di masyarakat bahwa Taneh KaroTaneh Karo jauh lebih luas daripada Kabupaten Karo karena meliputi: diidentikkan dengan Kabupaten Karo. Padahal,

1. Kabupaten Tanah Karo

Kabupaten Karo terletak di dataran tinggi Tanah Karo. Kota yang terkenal dengan di wilayah ini adalah Brastagi dan Kabanjahe. Brastagi merupakan salah satu kota turis di Sumatera Utara yang sangat terkenal dengan produk pertaniannya yang unggul. Salah satunya adalah buah jeruk dan produk minuman yang terkenal yaitu sebagai penghasil Markisa Jus yang terkenal hingga seluruh nusantara. Mayoritas suku Karo bermukim di daerah pegunungan ini, tepatnya di daerah Gunung Sinabung dan Gunung Sibayak yang sering disebut sebagai atau “Taneh Karo Simalem”. Banyak keunikan-keunikan terdapat pada masyarakat Karo, baik dari geografis, alam, maupun bentuk masakan. Masakan Karo, salah satu yang unik adalah disebut trites.Trites ini disajikan pada saat pesta budaya, seperti pesta pernikahan, pesta memasuki rumah baru, dan pesta tahunan yang dinamakan -kerja tahun-. Trites ini bahannya diambil dari isilambung sapi/kerbau, yang belum dikeluarkan sebagai kotoran.Bahan inilah yang diolah sedemikian rupa dicampur dengan bahan rempah-rempah sehingga aroma tajam pada isi lambung berkurang dan dapat dinikmati. Masakan

2. Kota Medan

Pendiri kota Medan adalah seorang putra Karo yaitu Guru Patimpus Sembiring Pelawi.

3. Kota Binjai

Kota Binjai merupakan daerah yang memiliki interaksi paling kuat dengan kota Medan disebabkan oleh jaraknya yang relatif sangat dekat dari kota Medan sebagai Ibu kota provinsi Sumatera Utara.

4. Kabupaten Dairi

Wilayah kabupaten Dairi pada umumnya sangat subur dengan kemakmuran masyarakatnya melalui perkebunan kopinya yang sangat berkualitas. Sebagian kabupaten Dairi yang merupakan Taneh Karo:

  • Kecamatan Taneh Pinem
  • Kecamatan Tiga Lingga
  • Kecamatan Gunung Sitember

4. Kabupaten Aceh Tenggara

Taneh Karo di kabupaten Aceh Tenggara meliputi:

  • Kecamatan Lau Sigala-gala (Desa Lau Deski, Lau Perbunga, Lau Kinga)
  • Kecamatan Simpang Simadam

Marga

Suku Karo memiliki sistem kemasyarakatan atau adat yang dikenal dengan nama merga silima, tutur siwaluh, dan rakut sitelu. Masyarakat Karo mempunyai sistem margamerga tersebut disebut untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan yang disebut beru. Merga atau beru ini disandang di belakang nama seseorang. Merga dalam masyarakat Karo terdiri dari lima kelompok, yang disebut dengan merga silima, yang berarti marga yang lima. Kelima merga tersebut adalah: (klan). Marga atau dalam bahasa Karo disebut

  1. Karo-karo
  2. Tarigan
  3. Ginting
  4. Sembiring
  5. Perangin-angin

Kelima merga ini masih mempunyai submerga masing-masing. Setiap orang Karo mempunyai salah satu dari merga tersebut. Merga diperoleh secara otomatis dari ayah. Merga ayah juga merga anak. Orang yang mempunyai merga atau beru yang sama, dianggap bersaudara dalam arti mempunyai nenek moyang yang sama. Kalau laki-laki bermarga sama, maka mereka disebut (b)ersenina, demikian juga antara perempuan dengan perempuan yang mempunyai beru sama, maka mereka disebut juga (b)ersenina. Namun antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bermerga sama, mereka disebut erturang, sehingga dilarang melakukan perkawinan, kecuali pada merga Sembiring dan Peranginangin ada yang dapat menikah diantara mereka.

Rakut Sitelu

Hal lain yang penting dalam susunan masyarakat Karo adalah rakut sitelu atau daliken sitelu (artinya secara metaforik adalah tungku nan tiga), yang berarti ikatan yang tiga. Arti rakut sitelu tersebut adalah sangkep nggeluh (kelengkapan hidup) bagi orang Karo. Kelengkapan yang dimaksud adalah lembaga sosial yang terdapat dalam masyarakat Karo yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu:

  1. kalimbubu
  2. anak beru
  3. senina

Kalimbubu dapat didefinisikan sebagai keluarga pemberi isteri, anak beru keluarga yang mengambil atau menerima isteri, dan senina keluarga satu galur keturunan merga atau keluarga inti.

Tutur Siwaluh

Tutur siwaluh adalah konsep kekerabatan masyarakat Karo, yang berhubungan dengan penuturan, yaitu terdiri dari delapan golongan:

  1. puang kalimbubu
  2. kalimbubu
  3. senina
  4. sembuyak
  5. senina sipemeren
  6. senina sepengalon/sedalanen
  7. anak beru
  8. anak beru menteri

Dalam pelaksanaan upacara adat, tutur siwaluh ini masih dapat dibagi lagi dalam kelompok-kelompok lebih khusus sesuai dengan keperluan dalam pelaksanaan upacara yang dilaksanakan, yaitu sebagai berikut:

  1. Puang kalimbubu adalah kalimbubu dari kalimbubu seseorang
  2. Kalimbubu adalah kelompok pemberi isteri kepada keluarga tertentu, kalimbubu ini dapat dikelompokkan lagi menjadi:
    • Kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua, yaitu kelompok pemberiisteri kepada kelompok tertentu yang dianggap sebagai kelompok pemberi isteri adal dari keluarga tersebut. Misalnya A bermerga Sembiring bere-bere Tarigan, maka Tarigan adalah kalimbubu Si A. Jika A mempunyai anak, maka merga Tarigan adalah kalimbubu bena-bena/kalimbubu tua dari anak A. Jadi kalimbubu bena-bena atau kalimbubu tua adalah kalimbubu dari ayah kandung.
    • Kalimbubu simada dareh adalah berasal dari ibu kandung seseorang. Kalimbubu simada dareh adalah saudara laki-laki dari ibu kandung seseorang. Disebut kalimbubu simada dareh karena merekalah yang dianggap mempunyai darah, karena dianggap darah merekalah yang terdapat dalam diri keponakannya.
    • Kalimbubu iperdemui, berarti kalimbubu yang dijadikan kalimbubu oleh karena seseorang mengawini putri dari satu keluarga untuk pertama kalinya. Jadi seseorang itu menjadi kalimbubu adalah berdasarkan perkawinan.
  3. Senina, yaitu mereka yang bersadara karena mempunyai merga dan submerga yang sama.
  4. Sembuyak, secara harfiah se artinya satu dan mbuyak artinya kandungan, jadi artinya adalah orang-orang yang lahir dari kandungan atau rahim yang sama. Namun dalam masyarakat Karo istilah ini digunakan untuk senina yang berlainan submerga juga, dalam bahasa Karo disebut sindauh ipedeher (yang jauh menjadi dekat).
  5. Sipemeren, yaitu orang-orang yang ibu-ibu mereka bersaudara kandung. Bagian ini didukung lagi oleh pihak siparibanen, yaitu orang-orang yang mempunyai isteri yang bersaudara.
  6. Senina Sepengalon atau Sendalanen, yaitu orang yang bersaudara karena mempunyai anak-anak yang memperisteri dari beru yang sama.
  7. Anak beru, berarti pihak yang mengambil isteri dari suatu keluarga tertentu untuk diperistri. Anak beru dapat terjadi secara langsung karena mengawini wanita keluarga tertentu, dan secara tidak langsung melalui perantaraan orang lain, seperti anak beru menteri dan anak beru singikuri.Anak beru ini terdiri lagi atas:
    • anak beru tua, adalah anak beru dalam satu keluarga turun temurun. Paling tidak tiga generasi telah mengambil isteri dari keluarga tertentu (kalimbubunya). Anak beru tua adalah anak beru yang utama, karena tanpa kehadirannya dalam suatu upacara adat yang dibuat oleh pihak kalimbubunya, maka upacara tersebut tidak dapat dimulai. Anak beru tua juga berfungsi sebagai anak beru singerana (sebagai pembicara), karena fungsinya dalam upacara adat sebagai pembicara dan pemimpin keluarga dalam keluarga kalimbubu dalam konteks upacara adat.
    • Anak beru cekoh baka tutup, yaitu anak beru yang secara langsung dapat mengetahui segala sesuatu di dalam keluarga kalimbubunya. Anak beru sekoh baka tutup adalah anak saudara perempuan dari seorang kepala keluarga. Misalnya Si A seorang laki-laki, mempunyai saudara perempuan Si B, maka anak Si B adalah anak beru cekoh baka tutup dari Si A. Dalam panggilan sehari-hari anak beru disebut juga bere-bere mama.
  8. Anak beru menteri, yaitu anak berunya anak beru. Asal kata menteri adalah dari kata minteri yang berarti meluruskan. Jadi anak beru minteri mempunyai pengertian yang lebih luas sebagai petunjuk, mengawasi serta membantu tugas kalimbubunya dalam suatu kewajiban dalam upacara adat. Ada pula yang disebut anak beru singkuri, yaitu anak berunya anak beru menteri. Anak beru ini mempersiapkan hidangan dalam konteks upacara adat.

Aksara

Aksara Karo ini adalah aksara kuno yang dipergunakan oleh masyarakat Karo, akan tetapi pada saat ini penggunaannya sangat terbatas sekali bahkan hampir tidak pernah digunakan lagi.guna melengkapi cara penulisan perlu dilengkapi dengan anak huruf seperti o= ketolongen, x= sikurun, ketelengen dan pemantek.

KEDUDUKAN KEBUDAYAAN KARO DITINJAU DARI ASPEK KESENIANNYA

Sebuah etnik (suku) tidak bisa terlepas dari unsur keseniannya. Kesatuan alam, budaya dan seni merupakan perwujudan menyeluruh dari sebuah etnik. Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan ragam etnik juga mempunyai keragaman kesenian yang dimiliki masing-masing etnik tersebut.

Suku Karo sebagai salah satu etnik dari ratusan etnik yang dimiliki Nusantara tentu memiliki keunikan kesenian tersendiri. Keunikan Kesenian Karo inilah yang menjadi kebanggaan suku Karo dalam menjalankan tutur budayanya. Tapi potensi dan pengembangan kesenian Karo tidak bisa terlepaskan dari bagaimana masyarakat Karo dalam mengapresiasikan kesenian Karo itu sendiri.

Untuk itu di bawah ini sedikit terpaparkan paparkan jenis, ragam, dan kondisi kesenian Karo dalam konteks perkembangan budayanya. Semoga hal ini menjadi renungan bagi kita sebagai insan Karo dalam menyikapi kekayaan budaya yang kita miliki.

I. SENI SASTRA.

1. Bahasa Karo
Bahasa Karo adalah bahasa sehari-hari yang digunakan masyarakat Karo. Ruang lingkup penggunaan bahasa itu sendiri tidak mengenal ruang dan waktu. Dimanapun dan pada saat kapanpun jika ada sesama Karo bertemu ataupun bukan orang Karo tapi mengerti bahasa Karo berhak untuk berdialog dengan bahasa Karo.

2. Sastra Karo
Seni sastra bahasa Karo tingkat tinggi seperti “Cakap Lumat”. Cakap lumat adalah dialog diselang-selingi dengan pepatah, perumpamaan, pantun dan gurindam yang digunakan untuk sepasang kekasih untuk saling menggoda. Misalnya dahulu seorang pemuda bercintaan dengan seorang gadis di ture (teras rumah adat) maka untuk menarik perhatian gadis tersebut dia menggunakan cakap lumat.

Seni sastra Karo dapat digolongkan beberapa jenis yaitu : pantun, gurindam, anding-andingen (sindiran), kuan-kuanen (perumpamaan), bintang-bintang (mirip pantun), bilang-bilang (cetusan rasa sedih), cerita mitos, legenda dan cerita rakyat.

Bahkan Bilang-bilang ditulis dengan aksara Karo di sepotong bambu. Isinya adalah jeritan hati sipenulisnya. Bilang-bilang tersebut terfokus pada suasana kepedihan. Oleh karena itu ada juga yang mengatakan bilang-bilang sebagai “dengang duka.”

3. Legenda
Sama halnya dengan daerah lain di Indonesia, Karo juga mempunyai legenda dan cerita rakyat. Misalnya cerita Pawang Ternalem, Putri Hijau, Sibayak Barus Jahe, Guru Pertawar Reme, Si Beru Rengga Kuning, Beru Karo Basukum, Dunda Katekuten, Beru Ginting Pase, Baru Tarigan Tambak Bawang, Kak tengkok bungana, Siberu Tandang Kemerlang, Tera Jile-jile, Kerbo Sinanggalatu, Perpola, Singelanja Sira, Gosing Si Ajibonar dan lain sebagainya.

4. Aksara Karo
Aksara Karo merupakan salah satu bentuk kekayaan sastra Karo. Menurut sejarahnya aksara Karo bersumber dari aksara Sumatera Kuno yaitu campuran aksara Rejang, Lebong, Komering dan Pasaman. Kemungkinan aksara ini dibawa dari India Selatan, Myanmar/Siam dan akhirnya sampai ke Tanah Karo. Aksara ini hampir mirip dengan Simalungun dan Pakpak Dairi. Aksara Karo dulu ditulis di kulit kayu, tulang dan bambu.

II. SENI MUSIK.

1. Tradisional
Alat musik tradisional suku Karo adalah Gendang Karo. Biasanya disebut Gendang “Lima Sedalinen” yang artinya seperangkat gendang tari yang terdiri dari lima unsur.

Unsur disini bisa kita lihat dari beberapa alat musik tradisional Karo seperti Kulcapi, Balobat, Surdam, Keteng-keteng, Murhab, Serune, Gendang si ngindungi, Gendang si nganaki, Penganak dan Gung. Alat tradisional ini sering digunakan untuk menari, menyanyi dan berbagai ritus tradisi.

Jadi Gendang Karo sudah lengkap (lima sedalinen) jika sudah ada Serune, Gendang si ngindungi, Gendang si nganaki, Penganak dan Gung dalam mengiringi sebuah upacara atau pesta.

2. Modern
Tapi sekarang perkembangan musik Karo sudah terkontaminasi dengan alat modern semacam keyboard. Era masuknya musik keyboard ke dalam kesenian Karo sekitar tahun 1990an. Musik keyboard sudah mendominasi kesenian Karo, sehingga timbul kesimpulan jika tidak ada Keyboard maka gendang Karo itu tidak ramai.

III. SENI SUARA.

Diperkirakan dibawah tahun 1800an suku Karo belum mengenal seni suara secara nyata. Kemudian dalam perkembangannya muncullah lagu-lagu yang dibawakan seseorang sebagai ‘perende-rende’ (penyanyi). Lagunya masih cenderung sedih. Lagu ini biasa dibawakan untuk mengantar cerita atau memuja seseorang. Juga menyampaikan doa seperti lagu didong-didong.

Setelah perkembangannya lagu-lagu Karo mulai diiringi oleh gendang Karo sebagai musiknya. Yang membawakan lagu ini baik laki-laki maupun perempuan disebut permanga-mangga dan akhirnya beralih nama menjadi perkolong-kolong.

Banyak lagu Karo diciptakan dari generasi terdahulu sampai sekarang. Sebagai contoh komponis Karo yang telah melegenda adalah Djaga Depari.

IV. SENI TARI.

Tari dalam bahasa Karo disebut “Landek.” Pola dasar tari Karo adalah posisi tubuh, gerakan tangan, gerakan naik turun lutut (endek) disesuaikan dengan tempo gendang dan gerak kaki. Pola dasar tarian itu ditambah dengan variasi tertentu sehinggga tarian tersebut menarik dan indah.

Tarian berkaitan adat misalnya memasuki rumah baru, pesta perkawinan, upacara kematian dan lain-lain.

Tarian berkaitan dengan ritus dan religi biasa dipimpin oleh guru (dukun). Misalnya Tari Mulih-mulih, Tari Tungkat, Erpangir Ku Lau, Tari Baka, Tari Begu Deleng, Tari Muncang, dan lain-lain.

Tarian berkaitan dengan hiburan digolongkan secara umum. Misalnya Tari Gundala-gundala, Tari Ndikkar dan lain-lain.

Sejak tahun 1960 tari Karo bertambah dengan adanya tari kreasi baru. Misalnya tari lima serangkai yang dipadu dari lima jenis tari yaitu Tari Morah-morah, Tari Perakut, Tari Cipa Jok, Tari Patam-patam Lance dan Tari Kabang Kiung. Setelah itu muncul pula tari Piso Surit, tari Terang Bulan, tari Roti Manis dan tari Tanam Padi.

V. SENI UKIR (PAHAT).

Keragaman seni pahat dan ukir suku Karo terlihat dari corak ragam bangunannya. Dulu orang yang ahli membuat bangunan Karo disebut “Pande Tukang.”

Hal ini terlihat dari jenis-jenis bangunan Karo seperti Rumah Siwaluh Jabu, Geriten, Jambur, Batang, Lige-lige, Kalimbaban, Sapo Gunung, dan Lipo.

Seni ukir yang menjadi kekayaan kesenian Karo terlihat pada setiap ukiran bangunannya seperti Ukir Cekili Kambing, Ukir Ipen-Ipen, Ukir Embun Sikawiten, Ukir Lipan Nangkih Tongkeh, Ukir Tandak Kerbo Payung, Ukir Pengeretret, dan Ciken.

VI. SENI DRAMA.

Seni drama tergolong langka pada masyarakat Karo. Kalaupun ada biasanya berhubungan dengan tarian seperti Tari Mondong-Ondong yang berhubungan dengan drama Perlanja Sira (Pemikul Garam), Tari Tungkat dan Tari Guru.

B. KEBERLANGSUNGAN SENI KARO

Tidak bisa disangkal lagi kedudukan suatu kebudayaan akan lebih lagi mendapat pengakuan jika ada pengakuan dari kreatifitas keseniannya dan bagaimana etnik tersebut mengembangkan unsur keseniannya.

Pengembangan dan pelestarian kesenian Karo saat ini sudah masuk dalam taraf memprihatinkan. Kita tidak boleh begitu saja menyalahkan para seniman Karo yang selalu saja berusaha mencari cara bagaimana agar kesenian Karo dapat berkembang dan lestari. Tapi keberlangsungan kesenian Karo tersebut terletak pada masyakarakat Karo sendiri bagaimana mengapresiasikan kekayaan keseniannya.

Sekali lagi, keberlangsungan kesenian Karo tidak hanya terletak di bahu para senimannya. Tapi juga peran serta masyarakat Karo dalam melestarikan dan menghargainya.

Alangkah baiknya jika kita tumbuhkan rasa memiliki, melestarikan dan menghargai akan perkembangan kesenian Karo. Hingga Kesenian Karo itu tidak pernah mati.

Kegiatan Budaya

  • Merdang merdem = “kerja tahun” yang disertai “Gendang guro-guro aron”.
  • Mahpah = “kerja tahun” yang disertai “Gendang guro-guro aron”.
  • Mengket Rumah Mbaru – Pesta memasuki rumah (adat – ibadat) baru.
  • Mbesur-mbesuri – “Ngerires” – membuat lemang waktu padi mulai bunting.
  • Ndilo Udan – memanggil hujan.
  • Rebu-rebu – mirip pesta “kerja tahun”.
  • Ngumbung – hari jeda “aron” (kumpulan pekerja di desa).
  • Erpangir Ku Lau – penyucian diri (untuk membuang sial).
  • Raleng Tendi – “Ngicik Tendi” = memanggil jiwa setelah seseorang kurang tenang karena terkejut secara suatu kejadian yang tidak disangka-sangka.
  • Motong Rambai – Pesta kecil keluarga – handai taulan untuk memanggkas habis rambut bayi (balita) yang terjalin dan tidak rapi.
  • Ngaloken Cincin Upah Tendi – Upacara keluarga pemberian cincin permintaan dari keponakan (dari Mama ke Bere-bere atau dari Bibi ke Permain).
  • Ngaloken Rawit – Upacara keluarga pemberian pisau (tumbuk lada) atau belati atau celurit kecil yang berupa permintaan dari keponakan (dari Mama ke Bere-bere) – keponakan laki-laki.

RUMAH ADAT BATAK KARO


Rumah adat Siwaluh Jabu, rumah adat Batak Karo. Rumah ini
bertiang tinggi dan satu rumah biasanya dihuni atas satu keluarga besar yang
terdiri dari 4 sampai 8 keluarga Batak. Di dalam rumah tak ada sekatan satu
ruangan lepas. Namun pembagian ruangan tetap ada, yakni di batasi oleh


garis-garis adat istiadat yang kuat, meski garis itu tak terlihat. Masing-masing
ruangan mempunyai nama dan siapa yang harus menempati ruangan tersebut, telah
ditentukan pula oleh adat. Urutan ruangan dalam rumah Siwaluh jabu adalah
sebagai berikut :

  • Jabu bena kayu yaitu ruangan di depan sebelah kiri, didiami oleh pihak marga
    tanah dan pendiri kampung. Ia merupakan pengulu atau pemimpin rumah tersebut.

    Jabu sedapur bena kayu yaitu ruangan berikutnya yang satu dengan jabu bena
    kayu, juga dinamai Sinenggel-ninggel. Ruang ini didiami oleh pihak Senina yakni
    saudara-saudaranya yang bertindak sebagai wakil pemimpin rumah tersebut. Sedapat
    artinya satu dapur, karena setaip 2 ruangan maka di depannya terdapat dapur yang
    dipakai untuk 2 keluarga.

  • Jabu ujung kayu, dinamai Jabu Sungkun Berita, didiami oleh anak Beru Toa,
    yang bertugas memecahkan setiap masalah yang timbul.
  • Jabu sedapur ujung kayu yaitu ruangan sedapur dengan jabu ujung kayu,
    dinamai Jabu Silengguri. Jabu ini didiami oleh anak beru dari jabu Sungkun
    Berita.
  • Jabu lepan bena kayu, yakni ruangan yang terletak berseberangan dengan jabu
    bena kayu, dinamai jabu simengaloken didiami oleh Biak Senina.
  • Jabu sedapur lepan bena kayu yaitu ruangan yang sedapur dengan jabu lepan
    bena kayu, didiami oleh Senina Sepemeren atau Separiban.
  • Jabu lepan ujung kayu, didiami oleh Kalimbuh yaitu pihak pemberi gadis,
    ruangan ini disebut Jabu Silayari.
  • Jabu sedapur lepan ujung kayu yaitu ruangan yang sedapur dengan jabu lepan
    ujung kayu. Ruangan ini didiami oleh Jabu Simalungun minum, didiami oleh Puang
    Kalimbuh yaitu Kalimbuh dari jabu silayari. Kedudukan Kalimbuh ini cukup
    dihormati didalam adat.

mumnya di setiap rumah adat ini terdapat empat buah dapur yang masing-masing
digunakan oleh dua keluarga, yaitu oleh jabu-jabu yang bersebelahan. Tiap dapur
terdiri dari lima buah batu yang diletakkan sebagai tungku berbentuk dua segi
tiga bertolak belakang. Segi tiga tersebut melambangkan rukuh sitelu atau
singkep sitelu yaitu tali pengikat antara tiga kelompok keluarga. Kalimbuhu,
senina dan anak beru atau Sebayak.

Dinding rumah dibuat miring, berpintu dan jendela yang terletak di atas balok
keliling. Atap rumah berbentuk segitiga dan bertingkat tiga, juga melembangkan
rukut-sitelu. Pada setiap puncak dan segitiga-segitiga terdapat kepala kerbau
yang melambangkan kesejahteraan bagi keluarga yang mendiaminya. Pinggiran atap
sekeliling rumah di semua arah sama, menggambarkan bahwa penghuni rumah
mempunyai perasaan senasib sepenanggungan. Bagian atap yang berbentuk segitiga
terbuat dari anyaman bambu disebut lambe-lambe. Biasanya pada lambe-lambe
dilukiskan lambang pembuat dari sifat pemilik rumah tersebut, dengan warna
tradisional merah, putih dan hitam. Hiasan lainnya adalah pada kusen pintu
masuk. Biasanya dihiasi dengan ukiran telur dan panah. Tali-tali penginkat
dinding yang miring disebut tali ret-ret, terbuat dari ijuk atau rotan. Tali
pengikat ini membentuk pola seperti cicak yang mempunyai 2 kepala saling
bertolak belakang, maksudnya ialah cicak dikiaskan sebagai penjaga rumah, dan 2
kepala saling bertolak belakang melambangkan semua penghuni rumah mempunyai
peranan yang sama dan saling menghormati.

Rumah adat Siwaluh jabu yang selalu bertangga dengan jumlah anak tangga
ganjil, dihuni oleh keluarga di mana anak-anak tidur dengan orang tuanya sampai
berumur 14 tahun. Bagi anak laki-laki dewasa atau bujangan tidur di tempat lain
yang disebut Jambur, begitu pula tamu laki-laki. Jambur sebenarnya lumbung padi
yang dipergunakan untuk tidur, bermusyawarah dan istirahat para perempuan dan
laki-laki.

Rumah adat Batak Toba yang disebut Rumah Bolon, berbentuk empat persegi
panjang dan kadang-kadang dihuni oleh 5 sampai 6 keluarga batih. Untuk memasuki
rumah harus menaiki tangga yang terletak di tengah-tengah rumah, dengan jumlah
anak tangga yang ganjil. Bila orang hendak masuk rumah Batak Toba harus
menundukkan kepala agar tidak terbentur pada balok yang melintang, hal ini
diartikan tamu harus menghormati si pemilik rumah. Lantai rumah kadang-kadang
sampai 1,75 meter di atas tanah, dan bagian bawah dipergunakan untuk kandang
babi, ayam, dan sebagainya. Dahulu pintu masuk mempunyai 2 macam daun pintu,
yaitu daun pintu yang horizontal dan vertikal, tapi sekarang daun pintu yang
horizontal tak dipakai lagi.

Ruangan dalam rumah adat merupakan ruangan terbuka tanpa kamar-kamar,
walaupun berdiam disitu lebih dari satu keluarga, tapi bukan berarti tidak ada
pembagian ruangan, karena dalam rumah adat ini pembagian ruangan dibatasi oleh
adat mereka yang kuat. Ruangan di belakang sudut sebelah kanan disebut jabu
bong, yang ditempati oleh kepala rumah atau por jabu bong, dengan isteri dan
anak-anak yang masih kecil. Ruangan ini dahulu dianggap paling keramat. Di sudut
kiri berhadapan dengan Jabu bong disebut Jabu Soding diperuntukkan bagi anak
perempuan yang telah menikah tapi belum mempunyai rumah sendiri. Di sudut kiri
depan disebut Jabu Suhat, untuk anak laki-laki tertua yang sudah kawin dan di
seberangnya disebut Tampar Piring diperuntukkan bagi tamu.

Bila keluarga besar maka diadakan tempat di antara 2 ruang atau jabu yang
berdempetan, sehingga ruangan bertambah 2 lagi dan ruangan ini disebut Jabu
Tonga-ronga ni jabu rona. Tiap keluarga mempunyai dapur sendiri yang terletak di
belakang rumah, berupa bangunan tambahan. Di antara 2 deretan ruangan yakni di
tengah-tengah rumah merupakan daerah netral yang disebut telaga dan berfungsi
sebagai tempat bermusyawarah. Bangunan lain yang mirip dengan rumah adalah sapo
yakni seperti rumah yang berasal dari lumbung tempat menyimpan, kemudian
didiami. Perbedaannya dengan rumah adalah : Dopo berlantai dua, hanya mempunyai
satu baris tiang-tiang depan dan ruangan bawah terbuka tanpa dinding berfungsi
untuk musyawarah, menerima orang asing dan tempat bermain musik. Pada bagian
depan rumah adat terdapat hiasan-hiasan dengan motif garis geografis dan spiral
serta hiasan berupa susu wanita yang disebut adep-adep. Hiasan ini melambangkan
sumber kesuburan kehidupan dan lambang kesatuan.

Rumah yang paling banyak hiasan-hiasannya disebut Gorga. Hiasan lainnya
bermotif pakis disebut nipahu, dan rotan berduri disebut mardusi yang terletak
di dinding atas pintu masuk.

Pada sudut-sudut rumah terdapat hiasan Gajah dompak, bermotif muka binatang,
mempunyai maksud sebagai penolak bala. Begitu pula hiasan bermotif binatang
cicak, kepala singa yang dimaksudkan untuk menolak bahaya seperti guna-guna dari
luar. Hiasan ini ada yang berupa ukiran kemudian diberi warna, ada pula yang
berupa gambaran saja. Warna yang digunakan selalu hitam, putih dan merah.

Semua rumah adat tersebut di atas bahannya dari kayu baik untuk tiang, lantai
serta kerangka rumah berikut pintu dan jendela, sedangkan atap rumah terbuat
dari seng. Di anjungan Sumatera Utara, rumah-rumah adat yang ditampilkan
mengalami sedikit perbedaan dengan rumah adat yang asli di daerahnya. Hal ini
disesuaikan dengan kegunaan dari kepraktisan belaka, misalnya tiang-tiang rumah
yang seharusnya dari kayu, banyak diganti dengan tiang beton. kemudian fungsi
ruangan di samping untuk keperluan ruang kantor yang penting adalah untuk ruang
pameran benda-benda kebudayaan serta peragaan adat istiadat dari delapan puak
suku di Sumatera Utara. Benda-benda tersebut meliputi alat-alat musik
tradisional, alat-alat dapur, alat-alat perang, alat-alat pertanian, alat-alat
yang berhubungan dengan mistik, beberapa contoh dapur yang semuanya bersifat
tradisional. Sedangkan peragaan adat istiadat dan sejarah dilukiskan dalam
bentuk diorama, beberapa pakaian pengantin dan pakaian adat dan sebagainya.


AGAMA DAN RELIGIUS MASYARAKAT BATAK KARO

Dalam hal alam pemikiran dan kepercayaan, orang Karo (yang belum memeluk agama Islam atau Kristen) erkiniteken (percaya) akan adanya Dibata (Tuhan) sebagai maha pencipta segala yang ada di alam raya dan dunia. Menurut kepercayaan tersebut Dibata yang menguasai segalanya itu terdiri dari

  1. Dibata Idatas atau Guru Butara Atas yang menguasai alam raya/langit
  2. Dibata Itengah atau Tuan Paduka Niaji yang menguasai bumi atau dunia
  3. Dibata Iteruh atau Tuan Banua Koling yang menguasai di bawah atau di dalam bumi

Dibata ini disembah agar manusia mendapatkan keselamatan, jauh dari marabahaya dan mendapatkan kelimpahan rezeki. Mereka pun percaya adanya tenaga gaib yaitu berupa kekuatan yang berkedudukan di batu-batu besar, kayu besar, sungai, gunung, gua, atau tempat-tempat lain. Tempat inilah yang dikeramatkan. Dan apabila tenaga gaib yang merupakan kekuatan perkasa dari maha pencipta -dalam hal ini Dibata yang menguasai baik alam raya/langit, dunia/bumi, atapun di dalam tanah- disembah maka permintaan akan terkabul. Karena itu masyarakat yang berkepercayaan demikian melakukan berbagai variasi untuk melakukan penyembahan.

Mereka juga percaya bahwa roh manusia yang masih hidup yang dinamakan “Tendi“, sewaktu-waktu bisa meninggalkan jasad/badan manusia. Kalau hal itu terjadi maka diadakan upacara kepercayaan yang dipimpin oleh Guru Si Baso (dukun) agar tendi tadi segera kembali kepada manusia yang bersangkutan. Jika tendi terlalu lama pergi, dipercaya bahwa kematian akan menimpa manusia tersebut. Mereka juga percaya bahwa jika manusia sudah meninggal maka tendi akan menjadi begu atau arwah.

Banyak upacara ritual yang dilakukan oleh mereka yang ditujukan untuk keselamatan, kebahagiaan hidup, dan ketenangan berpikir. Upacara-upacara tersebut antara lain upacara kepercayaan menghadapi bahaya paceklik, menanam padi, menghadapi mimpi buruk, maju menuju medan perang, memasuki rumah baru, menghadapi kelahiran anak, kematian, menyucikan hati dan pikiran, dan lain lain. Di semua kegiatan ritual ini peranan para dukun atau Guru Si Baso tersebut cukup besar.

Mereka yang berkepercayaan demikian itu lazim disebut sebagai perbegu atau sipelbegu. Tapi terlepas dari maksud pihak luar dengan penamaan istilah tersebut di atas, yang secara kasar dapat diartikan sebagai penyembah setan atau berhala, mereka menyatakan bahwa mereka percaya adanya Dibata yang menjadikan segala yang ada dan bahwa ada tenaga gaib atauu kekuatan maha dasyat darinya yang mampu berbuat apa saja menurut kehendaknya. Kalaupun ada dilakukan upacara ritual berupa persembahan, maka persembahan itu maksudnya adalah kepada Dibata tadi, hanya saja penyalurannya dilakukan di tempat-tempat yang dikeramatkan.

Dengan demikian, pada perkumpulan desa di mana penduduk selalu berada dalam alam fikiran dan kepercayaan tersebut, para warga selalu merasa ada hubungan dengan roh keluarga yang sudah meninggal dunia, terutama nenek moyang yang mereka hormati sebagai pendahulu mereka, pendiri desa, pelindung adat istiadat. Mereka juga percaya bahwa pada kebajikan roh-roh tersebut akan menentukan keselamatan anak cucu mereka.

Meski sekarang ini rakyat Karo telah resmi memeluk agama-agama seperti Katholik, Protestan, maupun Islam, kadang-kadang masih juga ditemui adanya penyimpangan-penyimpangan misalnya terlalu terikat kepada kepercayaan tradisionalnya. Agama-agama Katholik, Protestan, dan Islam telah dipeluk oleh rakyat Karo tersebut sebenarnya juga membawa perbedaan terhadap cara berpikir di antara rakyat Karo. Akan tetapi, sekarang ini keakraban dan kekeluargaan di antara masyarakat Karo tetap terpelihara dan tidak tergoyahkan karena masyarakat Karo masih berpegang pada adat istiadat berlandaskan Daliken Si Telu dan Tutur Si Waluh yang meski tertulis secara resmi namun merupakan pengikat bagi pola hidup sehari-hari anggota-anggota masyarakat.

POINT PENTING…………..

di sini satu hal yang ingin saya kabarkan keseluruh dunia bahwa masyarakat karo sangat toleransi dalam beragama. contohnya saja saya (pemilik blog), saya adalah salah seorang putra karo yang bermarga ginting, dan alhamdulillah sekarang agama saya adalah islam, tapi dulu bapak saya nasrani(sebelum menikah dengan ibu saya dan sekarang alhamdulullah islam), adik dari ayah saya beragama masih beragama nasrani, sedangkan kakek dari ayah saya sampaisekarang masih memeluk agama hindu………….

begitu unik tapi menarik,


refrensi :

dari berbagai sumber………… internet, buku, pengalaman dll



penulis :

Muhammad Habib al-Fahri (mahasiswa Anrtopologi,univ Andalas, padang indonesia)


TIPS MENJAGA DAN MERAWAT LAPTOP

1 Komentar


nah, bagi teman-teman yang punya laptop, diharapkan agar membaca dan memperhatikan hal-hal berikut agar laptopnya tahan lama…………..

Laptop adalah barang elektronik yang sangat sensitif bila tidak di jaga secara baik dan tidak melakukan perawatan dengan benar maka Laptop anda akan sering masuk ke tempat service Laptop.Komponen Laptop juga sangat Mahal di bandingkan dengan Komponen PC.Untuk menghindari merogoh uang saku anda sebaiknya anda melakukan Tips Cara merawat Laptop di bawah ini. : Semoga Bermanfaat ^_^

01. Jangan sembarangan mendownload software gratis dari internet.

Terlebih lagi misalnya software yang seolah-olah sebagai suatu antivirus. Gunakan software-software yang telah Anda dapatkan dari paket laptop yang Anda beli. Risiko virus bisa merusak ke dalam laptop Anda jika Anda sembarangan menggunakan software dari internet. Jika Anda tetap ingin menggunakan software hasil download, maka pastikan sudah Anda scan software tersebut dengan antivirus yang Anda miliki.

02. Jangan memberikan Penutup apapapun termasuk sarung Laptop pada saat Laptop anda dalam keadaan menyala karena berdasarkan pengalaman Laptop teman saya Processor Laptopnya akan mati karena sirkulasi udara yang tidak ada di bawah permukaan Laptop

03. Menurut survei, kerusakan laptop yang paling umum terjadi pada harddisk dan LCD display/layar. Kerusakan harddisk diakibatkan benturan atau terjatuh. Kerusakan LCD biasanya karena terpapar sinar matahari dan tekanan fisik.

04. Rapikanlah kabel-kabel adaptor atau kabel lain yang sedang terhubung dengan laptop, jangan sampai membuat orang lain tersandung.

05. Selain kerusakan harddisk dan LCD, tumpahan cairan adalah penyebab kerusakan laptop yang paling umum, atau pakai selembar film-transparan yang disebut ‘keyboard protector’.

06. Hindari Getaran dan Jauhkan laptop dari alat pengeras suara, misalnya loudspeaker, mesin/kendaraan berat, dan sumber getaran lainnya.

07. Hindarkan laptop dari sinar x-ray di airport.

08. Jaga kebersihan laptop, lap dengan kain bersih atau kapas agar bebas debu.

09. Lindungi modem laptop. Gunakan modem yang mempunyai fitur digital-line guard. Karena fitur ini akan menjaga modem dari kerusakan jika secara tidak sengaja mencolokkan kabel modem ke jack telpon digital PABX atau jalur ISDN. Dan berhati-hatilah ketika akan mencolokkan kabel telepon ke laptop karena kawat logam dalam konektor modem laptop sangat tipis dan mudah bengkok.

10. Dalam iklim Asia, suhu yang lembab bisa jadi masalah besar untuk laptop yang dirancang di Amerika Serikat. Untuk mengurangi kemungkinan masalah, pastikan laptop tersimpan di tempat yang kering dan sejuk. Jika laptop tidak digunakan untuk waktu yang lama, simpanlah laptop dalam wadah yang rapat dan masukkan silica gel . Silica gel ini seperti halnya yang terdapat dalam botol obat, kemasan barang2 elektronik (bungkusan kecil bertuliskan ‘Dessicant Silica Gel’). Atau bisa dibeli di toko bahan kimia. Silica gel ini merupakan bahan kimia yg bersifat Higroskopis (menyerap uap air / kelembaban).

11. Listrik padam dan gangguan tegangan dapat terjadi sewaktu-waktu, di rumah, di kamar hotel atau di kantor. Jika memungkinkan, gunakanlah ’surge-protector’ jika sedang menggunakan AC outlet. Dan jangan lupa membuat back-up data secara rutin.

12. Gunakanlah selalu tas laptop ketika sedang bepergian.

13. Jika ingin membungkus laptop untuk dikirim atau untuk keperluan lain, gunakanlah kotak pelindung yang kuat, dan bungkuslah dengan busa atau spons yang dapat menyerap getaran.

14. Jangan sekali-sekali meletakkan benda berat di atas laptop.

15. Jika laptop bermasalah, jangan mencoba untuk membongkar sendiri. Sebaiknya serahkan ke teknisi atau service-center terdekat. Karena mungkin saja kerusakan malah akan menjadi semakin berat. Khusus untuk laptop yang masih dalam masa garansi – membongkar laptop dapat merusak sticker garansi (warranty seal) yang masih melekat pada laptop.

16. Ketika akan mengangkat laptop yang sedang terbuka, jangan mengangkatnya sambil memegang pada bagian display/layar, angkatlah pada bagian bawah/keyboard

17. Jangan memasukkan disket pada bagian sudutnya. Memasukkan disket setengah-setengah dapat merusak disk-drive. Begitu juga ketika membuka atau menutup tray drive CD-ROM/DVD-ROM untuk memasukkan atau mengeluarkan disk. Jangan menyentuh lensa pada tray CD-ROM. Peganglah compact-disc pada bagian pinggir, bukan pada permukaan disk.

18. Jangan mencolokkan kabel modem laptop pada PBX (private branch exchange) atau saluran telpon digital. Laptop hanya dapat menggunakan saluran PSTN (public-switched telephone network). Penggunaan saluran telpon selain PSTN dapat merusak modem laptop.

19. Rawatlah baterai laptop, jangan sampai bocor karena dapat merusak slot baterai.

20. Jangan pindah-pindahkan laptop pada saat masih hidup. Laptop yang sedang hidup berarti harddisknya juga sedang bekerja sehingga apabila digerakkan dapat menyebabkan head harddisk menggores cylinder sehingga akan berakibat fatal.

21. Jauhkan laptop dari medan magnet yang kuat, bahan cair dan sumber panas/dingin atau perubahan suhu yang ekstrim.

22. Hindari sinar matahari langsung dan pastikan laptop selalu diletakkan pada permukaan yang rata.

Nb: Kartu Garansi anda Jangan Sampai Hilang dan apabila terjadi kerusakan Fatal terhadap Laptop anda Bawa ke tempat Toko pada saat anda Membeli Laptop dulu.

semoga bermanfaat………………………….

my profil

1 Komentar

hari ini merupakan hari pertamaku membuat blog dari wordpress yang ku beri nama fahri0910821001, nomor yang di sebelah namaku adalah no bp ku, saat ini saya sedang menimba ilmu di universitas Andalas, fakultas ilmu sosial dan politik, jurusan antropologi. harapannya semoga blog ini berguna untuk segenap ummat manusua.

berikut biodataku :

nama                    : Muhammad Habib al-Fahri Ginting

ttl                           : tiga binanga 11-desember-1990

gander                   : laki-laki

agama                    : islam

suku                       : batak karo

pekerjaan              : Mahasiswa

jenjang pendidikan

1. TK(taman kanak-kanak) musara, blangkejeren, gayo lues, NAD
2. SDN  1 Blang kejeren, gayo lues, NAD
3. Madrasah Tsanawiyah swasta (MTs)  Raudhatul hasanah, medan (pondok pesantern Ar-Raudhatul hasanah)
4. Madrasah Aliyah swasta (MAS)  Raudhatul hasanah, medan (pondok pesantern Ar-Raudhatul hasanah)
5. Uviversitas Andalas, Padang, jurusan Antropologi

pengalaman organisasi

1. koordinator humas dan syiar masyarakat di FSI fisip
2. aktif  di pengurusan IKRH(ikatan kekeluargaan Raudhatul hasanah) padang
3. aktif di AMA (asosiasi mahasiswa asrama) 2009, univ Andalas
4. aktif di pengurusan FMISU(forum musyawarah islam sumatra utara)
5. aktif di pengurusan HIMPAC (himpunan mahasiswa pelajar aceh) padang
6. komting angkatan Antropologi 09

Hello world!

1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!